Selasa, 11 Oktober 2016

16 Langkah Rekayasa Sistem dalam BI


Aplikasi BI merupakan proyek rekayasa sistem dan hal tersebut mencakup 16 proses pengerjaan yang utama, antara lain sebagai berikut. Pertama, justification, yaitu penaksiran terhadap permasalahan dan kemungkinan bisnis yang meningkatkan proyek rekayasa sistem. Langkah 1 adalah business case assessment. 

Kedua, planning, yaitu pengembangan perencanaan strategis dan taktis yang menyusun bagaimana pencapaian proyek rekayasa sistem. Langkah 2 adalah enterprise infrastructure; langkah 3 adalah project planning. 

Ketiga, business analysis, yaitu analisis rinci dari permasalahan dan kesempatan bisnis yang menyediakan pemahaman baku atas kebutuhan solusi bisnis. Langkah 4 adalah project requirements definition; langkah 5 adalah data analysis; langkah 6 adalah application prototyping; langkah 7 adalah meta data repository analysis. 

Keempat, design, yaitu penyusunan produk yang menyelesaikan permasalahan bisnis dan memberikan peluang untuk kesempatan bisnis. Langkah 8 adalah database design; langkah 9 adalah Extract/Transform/Load (ETL) Design; langkah 10 adalah meta data repository design. 

Kelima, construction, yaitu pembangunan produk yang disusun yang diharapkan dapat memberikan return on development investment dalam kerangka yang jelas. Langkah 11 adalah ETL development; langkah 12 adalah application development; langkah 13 adalah data mining; langkah 14 adalah meta data repository development. 

Keenam, deployment, yaitu barang jadi diimplementasikan (dijual) dan diukur efektifitasnya yang akan menentukan apakah solusi ditemukan, melebihi atau gagal terhadap return on investment (ROI). Langkah 15 adalah implementation; langkah 16 adalah release evaluation.

Jumat, 07 Oktober 2016

Mengapa Menggunakan Business Intelligence?


Alasan menggunakan Business Intelligence adalah sebagai berikut. Pertama, membuat data lebih bermakna. Untuk mengambil data yang tersimpan di sistem TI suatu perusahaan, banyak perusahaan berpaling ke piranti lunak BI. Banyak perusahaan yang berinvestasi di ERP atau CRM, namun tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Biasanya, sistem ERP dapat mengumpulkan data, tapi laporan yang dihasilkan kadang tidak sepadan. Piranti lunak BI memungkinkan mengambil data yang tersimpan di sistem ERP, spreadsheet Excel dan database Oracle dan Microsoft Access, dan menyimpannya di RAM server sehingga untuk mencetak laporan bulanan cukup dengan mengakses data dari intranet perusahaan kapan saja mereka inginkan sehingga para sales people dan eksekutif dapat mempelajari data yang terbarui setiap hari. 

Kedua, membantu pengambil keputusan. Selain mudah mengakses data, piranti lunak BI sangat mempengaruhi suatu proses negosiasi, yakni dengan memudahkan kuantifikasi nilai hubungan dengan pemasok maupun pelanggan utama. 

Ketiga, melacak produk dan penjualan terpanas. Di beberapa perusahaan, BI juga dimanfaatkan untuk mengelola inventori. Perusahaan ritel menggunakan piranti BI untuk mencari produk-produk yang sudah tersimpan di salah satu gudangnya lebih dari hari yang ditentukan. Perusahaan mengumpankan informasi tersebut ke dalam piranti lunak supply chain kemudian menarik produk ini dari pusat distribusi dan menjualnya ke toko-toko dengan harga lebih rendah. 

Para peritel juga menggunakan piranti BI untuk membantu mencari tahu produk mana yang sukses, mana yang tak berhasil tak lama setelah produk tersebut memasuki toko. Status pelanggan pun tak luput dari pantauan piranti BI. Piranti BI dapat digunakan untuk mengetahui berapa jumlah kehilangan pelanggan dan berapa pelanggan baru yang berhasil didapatkan bulan ini. Informasi ini tidak sekedar ditampilkan secara umum, namun juga dapat dirinci berdasarkan wilayah teritorinya.

Senin, 03 Oktober 2016

Dresner Advisory: Ekspertis Business Intelligence Dunia


Tentang Online Analytical Processing (OLAP)


Online Analytical Processing (OLAP) merupakan kunci dari BI, digunakan untuk meningkatkan analisis bisnis, merupakan perhitungan Decision Support System (DSS) dan Expert Infotmation System (EIS) yang dilakukan oleh end-user pada sistem online. OLAP digunakan pada banyak aplikasi, mulai dari pelaporan (reporting) perusahaan sampai DSS. Beberapa aktivitas yang dilakukan OLAP antara lain generate query, meminta laporan ad hoc, mendukung analisis statistik, analisis interaktif, dan membangun aplikasi multimedia. 

Untuk memfasilitasi OLAP ini diperlukan data warehouse dengan sekumpulan tool yang memiliki kemampuan multidimensi. Tool ini dapat berupa tool query, spreadsheet, tool data mining, dan data visualisasi. Intelligent Business adalah tentang bagaimana memindahkan sistem BI ke inti dari perusahaan dan menghubungkannya sampai ke sistem operasional sehingga dapat menurunkan kemungkinan untuk melakukan mekanisme standar industri (penurunan biaya operasional). 

Terdapat beberapa cara untuk mengintegrasikan BI ke dalam perusahaan, di antaranya adalah mengintegrasikan aplikasi analisis dengan aplikasi operasional menggunakan portal perusahaan untuk dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pengguna baik internal maupun eksternal; menyatukan analisis pada aplikasi operasional selama pengembangan aplikasi; pengenalan web service untuk secara dinamis mengintegrasikan proses analisis dengan internal dan mitra aplikasi operasional untuk mendukung kolaborasi penjualan; dan membangun proses on-demand yang event-driven untuk peringatan ke pengguna, rekomendasi real-time dan aksi yang terotomatisasi. Pendekatan ini termasuk Business Activity Monitoring (BAM).

Minggu, 02 Oktober 2016

Business Intelligence dengan SQL Server 2005


Proses pengembangan BI dalam SQL Server 2005 terbagi dalam 3 tahap, yakni sebagai berikut. Pertama, integrasi. Tahap ini merupakan proses mengintegrasikan berbagai data dari berbagai sumber dan memasukkanya ke dalam data warehouse. Data dari sistem operasional divalidasi, diekstrak, diringkas, atau diberikan formula tertentu sesuai dengan hasil analisis bisnis. Proses ini juga dikenal sebagai extract, transform, loading (ETL) yang menggunakan SQL Server Intgration Services (SSIS). 

Sumber data tidak terbatas pada SQL Server saja, tetapi juga Oracle, DB2, flat file, XML, dan semua sumber data yang kompatibel dengan ODBC maupun OLEDB. Proses integrasi data tidak hanya sekedar melakukan import dari data source, tetapi termasuk juga proses validasi, agregasi, dan perhitungan menggunakan berbagai formula yang dikehendaki. Dengan proses ini, maka data yang dimasukkan ke data warehouse benar-benar siap untuk dianalisis. 

Kedua, analisis. Dalam tahap ini, data di dalam data warehouse dianalisis menggunakan Analysis Services. Analysis Services merupakan alat bantu yang berisi berbagai metode data mining dan OLAP (Online Analytical Processing). Dalam proses data mining, SQL Server 2005 menyediakan 7 metode statistik yang dapat digunakan untuk menganalisis data, yaitu Microsoft Association Rules, Microsoft Clustering, Microsoft Decission Trees, Microsoft Linier Regression, Microsoft Logistic Regression, Microsoft Naive Bayes, dan Microsoft Neural Network. 

Ketiga, penyajian laporan. Reporting services merupakan media utama dalam tahap penyajian laporan. Perangkat ini telah tersedia dalam SQL Server 2005 dan terintegrasi dengan Business Intelligence Development Studio. Di sisi server, terdapat report server yang melayani pengolahan dan penampilan laporan untuk end user. Reporting service berjalan di web browser sehingga sangat mudah untuk didistribusikan di intranet. Dengan demikian, tidak terdapat komponen yang harus diinstal di sisi klien.